PALEMBANG – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memproyeksikan tahun 2021 konsumsi semen dalam negeri akan meningkat sekitar 7-8%. Begitu juga dengan ekspor clinker dan semen diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 10%. Hal ini terutama dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan meningkat 4-5%.

Volume penjualan semen domestic sepanjang 2020 tercatat sebesar 62,5 juta ton. Mengacu pada data ASI realisasi ini menurun 10,7% yoy dan merupakan pertumbuhan terendah dalam 10 tahun terakhir.

Saat virus Covid-19 merebak ke seluruh dunia termasuk Indonesia, kinerja perekonomian menjadi melemah dan pertumbuhan ekonomi pun mengalami perlambatan. Hingga akhir tahun 2020, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar -2,07%.

‘’Banyak proyek pemerintah yang ditunda karena Pandemi Covid-19. Meskipun masih ada proyek yang telah berjalan seperti proyek pembangunan jalan tol Indralaya – Prabumulih, tol Muara Enim – Lubuklinggau – Bengkulu dan proyek lainnya yang masih dilanjutkan mampu membawa pengaruh untuk konsumsi semen di wilayah Sumatera.’’ ujar Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim.

Menghadapi situasi yang penuh tantangan tersebut, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mampu melalui tahun 2020 dengan membukukan kinerja positif. Perseroan menjaga kinerja dengan berbagai inisiatif strategis yaitu efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor. Perseroan pun mendorong upaya peningkatan pendapatan melalui penjualan white clay. Hasilnya Perseroan mampu menekan harga pokok secara signifikan dan juga memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

Selain itu, Perseroan melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin dan penetapan  prioritas belanja modal sehingga berhasil membukukan Cash From Operation (CFO) Rp. 393 Milyar di akhir tahun 2020 dan mampu mencatatkan EBITDA margin sebesar 24%, jauh diatas pencapaian tahun 2019 sebesar 20%.

‘’Semen Baturaja mampu menunjukan tanggung jawabnya sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan memaksimalkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih optimis dengan adanya upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor infrastruktur yang menjadi sektor utama penyerap semen.’’ pungkasnya.{}

JAKARTA – Semen Baturaja meraih penghargaan 4th Best Indonesia Enterprises Risk Management kategori Public Company – Basic Materials – Raw Goods Sektor Industri Semen dalam ajang bergengsi Indonesia Enterprise Risk Management Award-IV-2021 yang diadakan oleh Majalah Economic ReviewYang berlangsung pada Jumat (09/04) melalui Virtual lewat Zoom Meeting. Penghargaan tersebut diterima secara virtual oleh Vice President Corporate Secretary Semen Baturaja Doddy Irawan.

Penghargaan IERMA IV 2021 ini diberikan kepada perusahaan yang terbukti memiliki keunggulan dalam penerapan manajemen risiko. Penghargaan ini membuktikan Semen Baturaja berkomitmen dalam menerapkan Manajemen Risiko secara baik.

Kedepannya kami akan terus berinovasi dalam metode sosialisasi manajemen risiko secara berkala sebagai upaya meningkatkan Budaya Peduli Risiko (Risk Awareness) kepada seluruh Karyawan/ti.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk salah satu dari 8 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Sumatera Selatan Menandatangani Surat Kesepakatan Usaha Kemitraan dengan UMKM yang dilaksanakan Pada Kamis (08/04) di Hotel Alts, Palembang

Acara penandatangan ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Prov. Sumsel Dra. Hj. Megaria, M.Si serta Direktur Wilayah IV Unit Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM (Badan Kordinasi Penananam Modal) RI Yos Harmen.

 Surat Kesepakatan Kemitraan Usaha ini ditandatangani oleh Vice President Procurement Semen Baturaja Taufik yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan.

 Tujuan dari kesepakatan ini adalah salah satu program pemerintah melalui BKPM RI dan DPMPTSP guna mendorong dan membangun investasi kemitraan dengan UMKM lewat kerja sama antara perusahaan besar.

Sebagai salah satu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Sumatera Selatan, Semen Baturaja siap mewujudkan peningkatan penanaman modal dan membangun kemitraan bisnis dengan UMKM.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Huadian Bukit Asam Power dalam pemanfaatan Limestone, Gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash. Penandatanganan nota kesepahaman dari pihak SMBR dilakukan langsung oleh Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin dan Wakil Direktur HBAP, Dody Arsadian bertempat di Kantor Pusat Pabrik Semen Baturaja Palembang, Selasa (16/03).

Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan perusahaan bersama China Huadian Hongkong Co Ltd (CHDHK) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ini dilakukan sebagai pihak terafiliasi dalam pemanfaatan Gypsum, Fly Ash, dan Bottom Ash yang berpotensi dihasilkan dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Sumsel-8 (PLTU Sumsel-8) berkapasitas 2×600 MW di Kabupaten Muara Enim.

‘’Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi dari kedua perusahaan untuk meningkatkan daya saing yang sangat diperlukan dalam menghadapi lingkungan industri yang semakin kompetitif, dengan memanfaatkan peluang penciptaan revenue stream baru maupun cost transformation. Semen Baturaja akan memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash untuk proses produksi semen yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap milik PLTU Sumsel-8.’’ Ujar Saifudin

Nota kesepahaman ini  akan berlangsung selama periode 2 (dua) tahun terhitung tanggal 02 Maret 2021 sampai dengan tanggal 01 Maret 2023. Dalam Kerjasama ini, SMBR akan menyediakan limestone (batu kapur) kepada PT HBAP untuk kebutuhan proses Flue Gas Desulfurization (FGD).

‘’PT Huadian Bukit Asam Power juga akan menyediakan Gypsum sebagai bahan baku proses produksi di Semen Baturaja. Sehingga Kerjasama ini menguntungkan bagi kedua belah pihak terutama dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan.’’ tambahnya.

Fly Ash dan Bottom Ash dapat diolah dengan baik dalam produksi semen Portland tentunya dengan peningkatan kualitas dan ketahanan. Sejak tahun 2019 pun SMBR telah melakukan sinergi BUMN dengan PUSRI untuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash.

Terkait Kerjasama penggunaan Limestone (batu kapur), perseroan menyatakan siap mensuplai kebutuhan Limestone PT HBAP, karena SMBR memiliki kemampuan untuk menghasilkan Limestone dengan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan proses operasi PT HBAP.{}

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

LAMPUNG – Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) menandatangani perjanjian Kerjasama (MoU) dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengenai Kerjasama penelitian dan pengembangan serta bidang keteknikan di Universitas Lampung pada Kamis (04/03).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Produksi dan Pengembangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Daconi, ST., MM. dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung Prof. Drs. Ir. Suharno, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Prof. Suharso, S.Si., Ph. D., Vice President Research & Development Semen Baturaja M. Beni, dan jajaran  pimpinan Fakultas Teknik UNILA.

‘’Kesepakatan ini merupakan sinergi antara Semen Baturaja dan UNILA untuk bekerjasama melakukan penelitian bidang semen di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.’’ Ujar Daconi

Hal ini merupakan bentuk komitmen Semen Baturaja untuk peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia. Di persaingan global saat ini, merupakan suatu keharusan untuk menyiapkan dan meningkatkan mutu SDM.

Daconi juga memberikan kuliah umum mengenai pengenalan industri semen dan perkembangannya melalui zoom meeting webinar yang dihadiri oleh mahasiswa/i UNILA, dan universitas undangan lain. Materi yang disampaikan mengenai teknologi proses pembuatan semen, peran sarjana teknik dalam industri semen, dan berbagai jenis pengembangan produk semen dan produk turunannya.

‘’Semen Baturaja merupakan perusahaan lokal di Sumatera Selatan yang perlu saling memberikan dukungan. Semoga dengan adanya kerjasama yang dilakukan akan memberikan manfaat untuk UNILA dan Semen Baturaja.’’ tambah Suharso.

Semen Baturaja mencoba membentuk dan menyiapkan para calon sarjana teknik dari UNILA dan universitas yang ada di Lampung untuk mampu bersaing, melakukan penelitian bersama dan membentuk visi untuk mengembangkan industri semen Indonesia menuju persaingan global.{}

PALEMBANG – Pada WISCA tahun 2021, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk merupakan salah satu dari 21 Perusahaan yang mendapatkan penghargaan budaya safety level 3 (Bronze/ Perunggu). Penilaian dilakukan secara virtual pada tanggal 22 Januari 2021 oleh salah satu Chairman of WSO Indonesia yaitu Bapak Soehatman Ramli. Penganugerahan penghargaan juga dilakukan secara virtual yang diikuti oleh perusahaan peserta.

Direktur Utama Semen Baturaja, Bapak Jobi Triananda Hasjim turut dianugerahi penghargaan “CEO Concern Award” yang juga diberikan dalam acara WISCA 2021.

Penghargaan ini diikuti setiap perusahaan dengan syarat menjalankan budaya K3, memiliki program budaya K3 dan melakukan pengukuran budaya K3. Penerapan budaya K3 di Semen Baturaja tidak hanya di tempat kerja, tetapi sudah menjangkau keselamatan di luar tempat kerja (off the job safety) sampai ke rumah (home safety).

Pencapaian penting ini akan terus ditingkatkan dengan menjalankan Sistem Manajemen K3, tentu saja dengan dukungan dan pembinaan dari Direksi Semen Baturaja yaitu Bapak Jobi Triananda Hasjim selaku Direktur Utama, Direktur Produksi dan Pengembangan Bapak Daconi, Direktur Umum & SDM Bapak Amrullah, Direktur Keuangan Bapak M.Jamil dan Direktur Pemasaran Bapak Mukhamad Saifudin.

Penghargaan ini juga merupakan apresiasi atas kerja nyata seluruh pekerja maupun mitra perusahaan untuk penerapan Safety di setiap pekerjaan di Semen Baturaja, pencapaian dan kerja nyata ini secara continue terus kita lakukan bersama-sama untuk masa depan perusahaan yang lebih baik, dan akhir kata “Don’t Forget Safety Today”.{}

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah melakukan pelunasan pokok dan pembayaran bunga ke-12 atas kewajiban medium term notes (MTN) I sebesar Rp 400 Miliar. Direktur Keuangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk M Jamil mengatakan jika pembayaran MTN telah dilakukan pada tanggal 23 Februari 2021 dengan recording date 17 Februari 2021.

Pada 16 Februari 2021 lalu, Semen Baturaja mendapatkan kredit sindikasi senilai total Rp 400 Miliar dari Bank Mega, Bank Mega Syariah dan Bank Jawa Barat. Pembiayaan inilah yang digunakan sebagai pelunasan MTN I Semen Baturaja Tahun 2018.

Pembayaran surat utang tersebut lebih cepat dari waktu jatuh tempo. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menerbitkan MTN pada tahun 2018 senilai Rp 400 Miliar. Bekerjasama dengan PT Bank Negera Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku agen pemantau untuk penerbitan MTN, Semen Baturaja mendapatkan bunga cukup rendah sebesar 9% per tahun selama 3 tahun.

Kinerja Semen Baturaja dinilai membaik sejalan dengan perkembangan perekonomian Nasional. Hal ini dibuktikan dengan catatan penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan 34.000 ton semen putih (white clay) sepanjang tahun 2020.

Pada bulan Januari ini Semen Baturaja berhasil mencatatkan penjualan 155.119 ton semen , penjualan white clay tercatat 2.265 ton dan penjualan semen mortar sebesar 1,28 ton. Saat ini Semen Baturaja siap untuk mengembangkan usahanya dan siap untuk memenuhi demand semen di wilayah pasar Sumbagsel dan sekitarnya.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.