Optimis rebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja melakukan pengiriman perdana produk semennya ke Pontianak. Produk semen SMBR diangkut dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang menuju Pontianak pada Rabu, 10 Juni 2020.

Direktur Pemasaran SMBR, Dede Parasade, mengemukakan pengiriman produk semennya ke Pontianak kali ini merupakan tindak lanjut dari market trial yang telah dilakukan Perseroan sejak 2019 lalu. Pada pengiriman perdana ini telah diangkut sebanyak 750 ton semen.

Dede menjelaskan bahwa di bulan Juni ini akan dilakukan 2 kali pengiriman dengan kapasitas total sebanyak 2.750 ton.

“Apabila pengiriman perdana ini berhasil dengan baik, SMBR telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan distributor lokal” katanya.

Pengiriman perdana produk semen SMBR ini bekerjasama dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo II (Persero) yang berperan sebagai perusahaan bongkar muat yang ditunjuk SMBR untuk jasa handling.

Dede mengemukakan bahwa SMBR melakukan ekspansi ke pasar semen di Pontianak sebagai salah satu langkah strategis Perseroan untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang ada. Selain itu, kata Dede, Perseroan menilai pasar semen di Kalimantan khususnya di Pontianak masih sangat prospektif untuk dikembangkan walaupun industri semen nasional oversupply.

“Kami optimis mampu merebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020” ujarnya.

Dede menjelaskan bahwa selain fokus pada penjualan semen di pasar Sumbagsel, SMBR kedepannya akan terus gencar menggarap wilayah pasar baru walaupun kondisi industri semen nasional saat ini masih oversupply dan pertumbuhannya cenderung negatif karena terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan masuknya produk semen SMBR di Pontianak, kami ingin membuktikan bahwa SMBR juga mampu merambah pasar baru di luar Sumatera” tambahnya.

Selain Pontianak, SMBR pun sudah menyiapkan sejumlah wilayah pasar baru di luar Sumatera yang siap digarap untuk pemasaran produk semennya guna mencapai target Perseroan di 2020.

“Bahkan saat ini, kami sudah mulai melirik peluang di pasar ekspor semen dan klinker” tutup Dede.{}

PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) kembali menyalurkan sejumlah bantuan alat kesehatan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang, pada Rabu (13/05) sebagai salah satu bentuk kesiagaan perusahaan atas dikeluarkannya Surat Keputusan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan RI.

Disusul oleh adanya laporan peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Selatan per tanggal 14 Mei 2020 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan yang telah mencapai 441 orang.

“Dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, garda terdepan tersebut harus memiliki pertahanan yang kuat.” Ujar Fuad Azizi selaku Senior Manager Corporate Social Responsibility yang mewakili Manajemen SMBR ketika menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Bantuan alat kesehatan yang disalurkan berupa Masker Medis sebanyak 1.250 pcs, Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 Pcs, Handscoon sebanyak 5000 pcs, Kacamata Googles sebanyak 50 Pcs, Hand Sanitizer 50 Liter, dan Masker Kain 2.000 pcs. Selain itu pada kesempatan yang sama, SMBR juga memberikan sebanyak 438 Paket Sembako.

“Kami juga berbagi paket sembako gratis kepada personil yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang. Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat” tambah Fuad.Sebelumnya, SMBR yang juga ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).

BATURAJA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR kembali menunjukan kepeduliannya kepada warga di sekitar Pabrik Baturaja. Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui pembagian bantuan paket sembako yang selama ini telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.

Pada tahun ini, Semen Baturaja membagikan sebanyak 18.450 paket sembako gratis yang didistribusikan ke Enam Kelurahan dan Dua Desa yang berada di sekitar Pabrik Baturaja.

Pembagian paket sembako gratis yang berupa bahan pangan pokok dan makanan instan ini telah dilakukan secara bertahap mulai Rabu (13/05) meliputi Kelurahan Air Gading, Sukajadi, Talang Jawa, Tanjung Agung, Batu Kuning, Saung Naga dan Desa Pusar serta Desa Laya yang memang berbatasan langsung dengan Pabrik Semen Baturaja.

Masing – masing paket sembako gratis tersebut dibagikan melalui Kantor Kelurahan dan Desa setempat. Selanjutnya Manajemen Semen Baturaja menyerahkan kepada pihak Kelurahan dan Desa mengenai teknis penyaluran dan distribusi paket sembako gratis tersebut kepada warga yang membutuhkan di masing-masing wilayah mengingat adanya larangan pemerintah untuk melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.

Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa kegiatan pembagian paket sembako gratis ini merupakan salah satu rangkaian program CSR perusahaan yang telah dianggarkan sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitar pabrik yang ditujukan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.“Bantuan ini pun diberikan bertepatan dengan momen Bulan Suci Ramadhan, semoga dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh insan di Semen Baturaja” pungkasnya.

BATURAJA – Wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebar di lebih dari 282 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini. Per tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau Semen Baturaja kembali menyalurkan sejumlah bantuan Alat Kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin (27/04). Bantuan diserahkan langsung oleh Vice President Operation I Semen Baturaja, Eko David Irawan kepada Bupati OKU, Kuryana Aziz di Rumah Kabupaten OKU.

Semen Baturaja yang ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan berupa baju APD Medis 100 pcs, Masker Medis 2500 pcs, Masker Non Medis (American Drill) 8000 pcs, Kacamata Goggle 100 pcs, Handscoon 10000 pcs, Hand Sanitizer 100 liter dan masker kain 1000 pcs.

‘’Kami bersama seluruh BUMN yang ada di Provinsi Sumsel bergotong-royong dan memberikan dukungan khususnya kepada pemerintah dalam berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona utamanya di Wilayah OKU’’ ujar Eko David Irawan.

Selain dari CSR perusahaan, bantuan alat kesehatan yang telah diserahkan tersebut juga berasal dari Serikat Karyawan Semen Baturaja (SKSB) dan Baitul Maal Karyawan Semen Baturaja.

“Sebagai bentuk kepedulian Karyawan/ti Semen Baturaja yang telah berdonasi untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19” tambahnya.

Lebih lanjut Eko David berharap bantuan yang diberikan dapat segera didistribusikan, utamanya kepada tenaga medis maupun masyarakat di Kabupaten OKU.

Sebelumnya, Semen Baturaja yang juga tergabung dalam Satgas Bencana BUMN Wilayah Sumsel  bersama 46 BUMN telah menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 berupa alat kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel.

Selain memberikan bantuan peralatan kesehatan, Semen Baturaja juga turut berkontribusi secara langsung dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Bahkan kami menurunkan tim dari Semen Baturaja untuk membantu melakukan tracing dan penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah ODP & PDP Covid-19 di Kab. OKU” pungkas Eko David.

Terapkan Berbagai Tindakan Pencegahan Sesuai Dengan Protokol dari Pemerintah Pusat

PALEMBANG – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal  05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat dan 16 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol dari pemerintah pusat, seperti :

  1. Melakukan sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.
  2. Melakukan Sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk, poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR.
  3. Menerbitkan SOP Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19 bagi Karyawan/ti SMBR dan Keluarganya.
  4. Mewajibkan pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization chamber bagi Karyawan/ti dan Tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik SMBR.
  5. Menyediakan peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti hand sanitizer untuk setiap Karyawan/ti dan ditempatkan di area publik, menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site bagi Karyawan/ti yang sakit.
  6. Melakukan sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.
  7. Menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari 50 tahun dan Ibu hamil. Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih rentan terhadap Covid-19.
  8. Menerapkan kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta.
  9. Mengoptimalkan penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.
  10. Membatasi pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR.
  11. Penerimaan dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam bentuk softcopy melalui email.

SMBR juga tergabung dan berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Sebagai contoh, SMBR bersama dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Selain itu, saat ini kami juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan” pungkasnya.

Langkah dan kebijakan yang telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19  bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Sehingga kami pastikan kegiatan operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.

Kendati kegiatan operasional perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.

“Kami proyeksikan adanya penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak Covid-19” ujarnya

Hingga Februari saja, penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.

Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.{}

PALEMBANG – Semen Baturaja menyatakan siap untuk mensuplai 50.000 ton White Clay kepada PT Pusri Palembang di tahun 2020 dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli White Clay pada hari Selasa (21/01).

Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditandatangani pada 2019 lalu.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro di Auditorium Musi Gedung Diklat PT Pusri Palembang.

White Clay yang akan disuplai ke Pusri berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Jobi berkeyakinan kerjasama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan khususnya bagi Pusri karena dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan.



PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) s.d bulan Oktober 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,698 juta ton atau telah mencapai 73% dari target di tahun 2019, namun volume penjualan semen tersebut turun sebesar 3% yoy.

Penurunan volume penjualan tersebut dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah memasuki Triwulan IV/2019, meskipun permintaan semen nasional pada bulan Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu merubah kondisi permintaan semen nasional sepanjang 2019 yang masih terkoreksi 1,2% yoy.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan permintaan semen di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis wilayah pemasaran Semen Baturaja yang terkoreksi hingga 11,7% yoy.

Namun Perseroan berhasil menjaga market share SMBR di wilayah Sumbagsel hingga bulan Oktober 2019 yang mencapai 34% atau naik 3% yoy.

“Market share tertinggi berada di Sumatera Selatan yaitu sebesar 64% atau naik 10% yoy.” ujar Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim.

Pendapatan Perseroan pun sampai dengan Oktober 2019 tetap tumbuh 2% yoy menjadi Rp.1,582 Trilyun dari Rp.1,552 Trilyun.

Jobi juga menyatakan akan terus mengoptimalkan penjualan semen domestik melalui peningkatan fasilitas distribution centre untuk mengejar target di sisa 2 (dua) bulan terakhir.

“Saat ini kami sedang membangun dermaga jetty untuk memudahkan distribusi dari dan ke wilayah Palembang dan Jambi” tambah Jobi.Selain itu, Perseroan juga tetap fokus mengembangkan bisnis hulu dan hilir serta melakukan berbagai efisiensi biaya produksi untuk mengoptimalkan pendapatan di 2019.{}

PALEMBANG – Pada hari Senin (02/12) bertempat di Kantor Pusat PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah berlangsung kunjungan reses anggota DPRD Kota Palembang Dapil VI dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat untuk manajemen SMBR.

Kunjungan Reses dipimpin langsung oleh Dr H Fauzi Achmad SH MH bersama anggota, Siti Suhaifa ( PKB), Sukri Zen (Gerindra), M. Firmansyah SE, MM (PDIP), Fahri Ardianto (Golkar), Ali Subri (Nasdem), Fauzi Ahmad (PAN), Zainal Abidin (Demokrat) dan Ilyas Hasbullah (Demokrat)

Kunjungan para anggota DPRD Kota palembang ini guna meningkatkan kerjasama serta mengajukan beberapa usulan kepada pihak SMBR untuk ditindaklanjuti.

“Tujuan kami kesini selain bersilaturahmi juga mengajukan beberapa usulan untuk ditindaklanjuti seperti pembangunan jalan” kata Ketua Reses Dapil VI sekaligus anggota DPRD Kota Palembang Dr H Fauzi Achmad SH MH saat kunjungan ke SMBR.

Ia melanjutkan sejauh ini pihak SMBR sudah melaksanakan pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya di lingkungan sekitarnya dengan sangat baik.

Senada dengan yang disampaikan pimpinan Reses tersebut, Camat Kertapati Dwi Yudiansyah S.STP juga mengatakan bahwa sejauh ini pihak SMBR sudah banyak membantu masyarakat sekitarnya. Dari perbaikan infrastruktur, sarana kesehatan dan berbagai bantuan lainnya. Ia juga berharap agar SMBR semakin maju.

Basthony Santri selaku Vice President Corporate Secretary SMBR mengatakan bahwa perusahaan telah menyalurkan bantuan CSR kepada warga ring 1 di masing-masing lokasi Pabrik (Palembang, Baturaja & Lampung) yang dibagi dalam 7 bidang yaitu bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah, sarana dan prasarana, pelestarian alam serta pengentasan kemiskinan. Bantuan CSR yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 Tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN yaitu penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan maksimum sebesar 4% untuk dialokasikan pada program CSR.

Perusahaan juga setiap tahunnya secara rutin telah memenuhi kewajiban untuk membayarkan retribusi dan pajak sesuai ketentuan dan aturan berlaku, yang meliputi pajak air permukaan, PBB, pajak kendaraan bermotor, pajak kebersihan dan retribusi perairan pelabuhan kepada masing-masing instansi di pemerintah kota Palembang.

”Untuk usulan yang dikemukakan pada saat kunjungan reses DPRD Kota Palembang Dapil VI telah kami terima dan seterusnya akan kami evaluasi dan kami sampaikan ke Manajemen SMBR.

Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumsel

PALEMBANG – PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) akan menyuplai kebutuhan semen untuk pembangunan rumah swadaya di Sumatera Selatan.

Kerja sama antara SMBR dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim dengan Ketua Forum CSR Kesos Sumsel, July Rianthony disaksikan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Penandatanganan dilakukan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Selasa 21 Oktober 2019. Nota kesepahaman bersama tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditandatangani.

Jobi mengatakan dengan adanya nota kesepahaman ini, SMBR akan menjadi pemasok tunggal kebutuhan semen baik zak maupun curah pada pembangunan dan pembuatan batako untuk pembangunan rumah swadaya yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020.

Rencananya program pembangunan rumah swadaya yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR RI dan Forum CSR Kesos Sumsel ini akan membangun sebanyak 1172 (seribu seratus tujuh puluh dua) unit rumah untuk kota Palembang dan 800 (delapan ratus) unit untuk wilayah kabupaten Banyuasin.

Jobi mengutarakan kerjasama dengan Forum CSR Kesos Sumsel ini menjadi momentum yang sangat baik bagi SMBR untuk memperkuat brand image sebagai produsen semen kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

“Kami selalu berusaha untuk berkontribusi pada berbagai proyek pembangunan di Sumsel, agar setiap orang merasakan keberadaan Semen Baturaja” tambah Jobi.

Produk semen milik SMBR pun sudah teruji digunakan untuk berbagai kebutuhan proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah dan swasta di Sumsel seperti LRT, jalan tol, jembatan bahkan pembangunan pelabuhan.

“Keunggulan inilah yang terus kami pertahankan, agar SMBR terus menjadi primadona di Sumatera Selatan” pungkasnya.

Forum CSR Kesos Sumsel sendiri dibentuk untuk mengkoordinasikan, menginisiasi, memfasilitasi dan mensinergikan potensi pelaku usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengoptimalkan implementasi tanggungjawab sosial di dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial.{}

PALEMBANG – Ditengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan, permintaan semen di wilayah Sumbagsel justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja (SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. Semen Baturaja berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019, atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.

“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen di Triwulan III/2019 mulai membaik” ujar Jobi.

Pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi berada di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019 mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu menggerek market share SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70% atau naik 5% dari bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.

Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil menggerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi Rp.209,4 Milyar dari Rp.189,9 Milyar dibandingkan bulan Juli 2019.

Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019.

“Seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya” tambah Jobi.

Selain itu, Perseroan juga akan tetap fokus mengembangkan sektor retail sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di tingkat retail dan consumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center. {}