PALEMBANG – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini diwujudkan dengan partisipasi aktif dalam Karya Nyata Festival yang berlangsung pada 5-6 Oktober 2024 di Halaman DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang. Festival yang sudah memasuki volume ke-11 ini merupakan inisiatif Kementerian BUMN untuk mendorong UMKM sebagai pilar utama penggerak ekonomi nasional.

Melalui Rumah BUMN Baturaja, SMBR mengajak 10 produk unggulan UMKM binaannya untuk tampil dalam festival ini. Beberapa di antaranya adalah Kurcok, Sakinah Cookies dan Kerupuk, D’crispy Pisang dan Pare, Keripik Macho, Ngopi Kuday, Kentang Mustofa, Madu DIHI dan Kemplang Tunu Fitriah. Partisipasi ini memberikan kesempatan bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas, sekaligus memperluas jaringan bisnis dan potensi pemasaran.

Tak hanya mendukung UMKM binaan melalui pameran produk, SMBR juga menjadi salah satu narasumber dalam sesi talkshow bertema “Membangun Bisnis yang Sukses Berkolaborasi dengan Rumah BUMN” yang diwakili oleh Senior Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) SMBR Gili Aprial Braja.

Gili menggarisbawahi pentingnya sinergi antara BUMN dan UMKM dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ia juga berbagi kisah sukses Rumah BUMN Baturaja sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM di Sumatera Selatan.

“Melalui kolaborasi dengan Rumah BUMN, kami memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dan membangun bisnis yang berkelanjutan sejalan dengan penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance). Partisipasi di acara seperti Karya Nyata Festival ini membantu memperluas pasar mereka. Kami berharap kolaborasi ini membawa dampak positif bagi perkembangan UMKM dan ekonomi lokal, serta berkomitmen untuk terus mendukung agar mereka semakin berkembang dan berdaya saing,” kata Gili.

Lebih lanjut, Gili mengungkapkan bahwa SMBR saat ini membina lebih dari 260 pelaku UMKM yang berada di bawah naungan Rumah BUMN Baturaja. Mereka dibagi ke dalam beberapa kategori, seperti Go Digital, Go Online, dan UMKM Naik Kelas. “Sebanyak 19 UMKM sudah berhasil naik kelas. Kami aktif memberikan pelatihan dan pendampingan, membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitas agar lebih kompetitif di pasar,” tutupnya.

Selain itu, Acara juga dihadiri oleh Staff Khusus III Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga mengungkapkan bahwa selama ini UMKM cukup susah untuk mendapatkan lokasi berjualan yang strategis.

“Untuk itu, dengan adanya Rumah BUMN yang siap memberikan support untuk para UMKM binaan BUMN, diharapkan harap dapat memfasilitasi tempat yang strategis untuk UMKM bisa berjualan. Kalau UMKM maju maka ekonomi maju, dan BUMN bisa terus support UMKM,” ungkap Arya.

Acara Karya Nyata Festival ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk meningkatkan visibilitas mereka dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, dalam memperkuat ekonomi lokal dan nasional secara berkelanjutan. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih penghargaan bergengsi Outstanding Achievement On Market Value Ratio dalam ajang TOP BUMN Awards 2024.

TOP BUMN Awards 2024 merupakan acara yang digelar Bisnis Indonesia Group sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan pelat merah. Pada 2024, gelaran ini mengusung tema “Performance and Sustainability”. Peraih penghargaan dinilai berdasarkan kinerja, gagasan, inovasi, serta transformasi bisnis perusahaan di tengah situasi ekonomi global dan domestik yang dinamis.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama SMBR Suherman Yahya, dalam acara puncak yang digelar pada di Rabu (2/10) di Hotel Rafflesia Jakarta. Ia mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Semen Baturaja yang selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada para pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan inovasi dan menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan,” ujar Suherman.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa SMBR terus berhasil mempertahankan kepercayaan pasar melalui kinerja yang solid dan pertumbuhan yang positif. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan strategi bisnis yang berkelanjutan dan inovasi berkesinambungan.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu mengklaim tetap optimistis mempertahankan kinerja yang solid dengan meningkatkan nilai tambah dan keunggulan kompetitif. 

“Kami optimistis mencapai target kinerja seiring dengan perkembangan pasar. SMBR terus memperkuat sinergi dengan SIG serta menjalin kemitraan strategis lainnya yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan, memastikan operasional yang efisien, memberikan nilai tambah, dan meningkatkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tandas Hari. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Sosial Provinsi Sumsel salurkan bantuan sembako sebanyak 500 paket guna mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrim di Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun Kabupaten yang menjadi sasaran penyaluran program ini diantaranya OKU 345 Paket, OKU Timur 45 paket dan OKU Selatan sebanyak 110 paket, per paket terdiri dari beras 10 kg dan 1 dus mie instant.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Senior Manager of Secretarial & Stakeholder Management SMBR Pramaja Gusnady kepada Penjabat (Pj) Bupati OKU M. Iqbal Alisyahbana yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal dan Asisten III Sekretariat Daerah (Sekda) Romson Fitri pada Kamis (26/9) yang bertempat di Rumah Dinas Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan. Bantuan yang telah diserahkan selanjutnya akan langsung di salurkan kepada penerima manfaat yang diwakilkan oleh Camat di masing – masing daerah setempat melalui Dinas Sosial.

Pramaja Gusnandy menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita bersinergi dengan OPD Kabupaten OKU dan pemangku kepentingan terkait, agar proses penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat guna,” ujar jelasnya.

Sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi, kemiskinan di Sumsel terus menurun meskipun angkanya masih di atas rata-rata nasional. Menurutnya Sumsel justru berhasil menurunkan tingkat kemiskinan Ekstrem secara signifikan dibawah nasional.

“Dalam jangka panjang Pemprov Sumsel juga sudah menyiapkan langkah-langkah menurunkan angka kemiskinan di Sumsel. Penurunan angka kemiskinan ekstrem disebabkan oleh faktor keberhasilan program pemerintah seperti pemberian bantuan sosial, hingga pengendalian inflasi,”jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati OKU M. Iqbal Alisyahbana mengucapkan terima kasih kepada Semen Baturaja yang ikut andil dalam program ini. “Terima kasih atas bantuan dan dukungannya, semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi warga dan lingkungan sekitar,” harap Iqbal. (*)

JAKARTA – Berkat komitmennya dalam menerapkan Good Mining Practice (GMP), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, yang ditandatangani langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

SMBR meraih dua Penghargaan Prestasi Pratama atas keberhasilannya dalam Aspek Pengelolaan Keselamatan serta Aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara. Penghargaan ini diberikan dalam ajang GMP Award 2024, yang digelar pada Rabu (25/9) di Jakarta dan diterima oleh Vice President of Mining & Waste Management SMBR Muhammad Beni.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil menerapkan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab. Pengelolaan keselamatan pertambangan menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan GMP, yang menekankan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelestarian lingkungan.

SMBR dinilai telah melakukan pengelolaan tambang dengan sangat baik, baik dari sisi operasional maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan. Penghargaan ini juga menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kerja di setiap lini operasi.

Direktur Operasi SMBR Muhammad Syafitri, menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima, yang semakin memotivasi SMBR untuk terus menerapkan kaidah Good Mining Practice sebagai bentuk penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari upaya SMBR dalam mengelola keselamatan kerja dan lingkungan di area tambang.

“Keselamatan kerja adalah prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional kami. Kami selalu memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan pelatihan keselamatan yang memadai dan dilengkapi dengan teknologi pengamanan yang terbaik. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Pada aspek keselamatan di area pertambangan, SMBR mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di setiap lini usaha dengan menerapkan standar keselamatan yang ketat untuk mencapai target Zero Fatality, Nihil Penyakit Akibat Kerja (PAK), serta Nihil Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK).

Adapun pada aspek pengelolaan lingkungan, hingga saat ini SMBR telah berhasil melakukan reklamasi dan revegetasi seluas 34,34 hektar di area bekas tambang, sedikitnya terdapat 30 jenis tanaman yang ditanam.

Vice President of Mining & Waste Management SMBR sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT  Muhammad Beni, menegaskan bahwa SMBR selalu melakukan mitigasi risiko kecelakaan kerja dan inspeksi tambang secara rutin untuk memastikan keselamatan karyawan serta meminimalisir potensi bahaya di lingkungan kerja.

Beni juga menambahkan revegetasi lahan pascatambang merupakan upaya SMBR dalam memulihkan fungsi lahan dan meningkatkan kemanfaatannya secara berkelanjutan.

“SMBR berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan operasional pertambangan yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip teknik pertambangan yang baik secara konsisten, di mana keselamatan dan kesehatan pekerja serta pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama, guna menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan,” tegas Beni. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja di area pertambangan. Pada Jumat (20/9), SMBR mengadakan inspeksi bersama manajemen di area tambang sebagai bagian dari implementasi Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Nomor: 12.E/MB.07/DBT.KP/2024 yang diterbitkan pada 9 September 2024.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, Direktur Operasi, Muhammad Syafitri, serta Kepala Teknik Tambang (KTT) sekaligus Vice President Of Mining & Waste Management, Muhammad Beni. Hadir pula para Penanggung Jawab Operasional (PJO) tambang yang terlibat langsung dalam kegiatan pertambangan.

Sebelumnya, pada Kamis (19/9), SMBR juga mengadakan inspeksi dan apel pagi yang dipimpin oleh Muhammad Beni. Kegiatan ini menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM Nomor: 10.E/MB.07/DBT.KP/2024 tentang “Pembelajaran Kasus Keselamatan Pertambangan Bulan Juli 2024 dan Perintah Apel Pagi serta Inspeksi Bersama.” Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pekerja tambang dan bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah kecelakaan di area tambang.

Inspeksi ini bertujuan memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan tambang serta mengapresiasi kinerja tim Department of Mining & Waste Management yang telah menjaga pasokan bahan baku produksi semen secara optimal. SMBR juga menegaskan pencapaiannya dalam mempertahankan standar keselamatan kerja yang tinggi dengan Zero Fatality, yaitu tanpa adanya kecelakaan fatal dalam operasional tambang.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan pentingnya terus menerapkan budaya keselamatan di setiap lini kerja. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk selalu memitigasi risiko dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja,” ujar Suherman.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Operasi SMBR, Muhammad Syafitri, ia menambahkan bahwa mitigasi risiko adalah elemen kunci dalam mencegah kecelakaan kerja. “Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan dalam proses keselamatan kerja. Keselamatan karyawan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) Muhammad Beni menyampaikan, “Kegiatan inspeksi seperti ini menjadi pengingat bagi seluruh karyawan untuk selalu waspada dan mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Keberhasilan mempertahankan Zero Fatality adalah hasil kerja keras seluruh tim, dan kami harus terus mempertahankannya dengan kedisiplinan yang tinggi.”

Inspeksi ini diharapkan dapat mempertahankan Zero Fatality dan meningkatkan keselamatan secara berkelanjutan. Pekerja, pengawas, dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) diharapkan lebih patuh terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan, dengan fokus pada sosialisasi dan implementasi aturan yang lebih ketat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat budaya keselamatan di semua tingkatan operasional, mendorong setiap pihak untuk aktif meminimalkan risiko kecelakaan. (*)

LAMPUNG – Jajaran Direksi PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj.) Gubernur Lampung Samsudin di ruang kerjanya pada Kamis, 12 September 2024.

Dalam pertemuan tersebut Pj. Gubernur Samsudin mengajak PT Semen Baturaja Tbk untuk berperan aktif dalam pembangunan di Provinsi Lampung, terutama dalam mewujudkan program-program kesejahteraan masyarakat.

Samsudin mengutarakan pentingnya kontribusi dari perusahaan khususnya PT Semen Baturaja Tbk., dalam geliat pembangunan perekonomian daerah.

“Pembangunan tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi bagaimana kita dapat menciptakan dampak sosial yang berarti. Saya berharap PT Semen Baturaja dapat terus berkontribusi dalam program pembangunan di Lampung,” ujar Samsudin

Pj. Gubernur juga menekankan beberapa mandat dari Presiden Joko Widodo yang menjadi fokus kerjanya, seperti pengentasan stunting, pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrem, serta ketahanan pangan. Dia berharap PT Semen Baturaja bisa berperan sebagai mitra pemerintah dalam menangani isu-isu tersebut.

Samsudin menambahkan, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dan membutuhkan dukungan dari sektor swasta. “Keberadaan para mitra ini sangat penting agar kita bisa bahu membahu membangun Lampung. Saya ingin adanya lompatan besar di Lampung ini, dan Lampung menjadi provinsi terbaik di Sumatera,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Suherman Yahya, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah. “Kami memiliki visi yang sama dengan pemerintah untuk bisa berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Suherman.

Suherman juga menyampaikan Provinsi Lampung merupakan wilayah strategis yang penting bagi market SMBR. Mengingat sejarah pendirian perusahaan, wilayah kerja SMBR meliputi tiga lokasi yakni Baturaja, Palembang, dan Lampung.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran direksi PT Semen Baturaja Tbk dan para pejabat pimpinan tinggi pratama dari Pemerintah Provinsi Lampung, yang siap bekerja sama untuk mendorong pembangunan di wilayah tersebut. (*)

BATURAJA – Dalam upaya meningkatkan penjualan dan daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui Rumah BUMN Baturaja mengadakan pelatihan Desain Branding & Packaging Produk. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kemuning, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Selasa (27/8).
 
Pelatihan yang diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor ini menghadirkan Reza Apriandi, Founder Boesku Indonesia, sebagai narasumber. Reza, yang dikenal sebagai praktisi berpengalaman dalam pembimbingan UMKM untuk naik kelas, memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya branding dan packaging dalam memperkuat daya saing produk di pasar.
 
Materi pelatihan meliputi teori branding, desain kemasan, dan teknik pengambilan foto produk. Selain teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung desain kemasan yang menarik, proses pengemasan, serta teknik fotografi produk yang efektif. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk mereka sehingga lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
 
Reza Apriandi menekankan bahwa kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga merupakan identitas dari produk itu sendiri. “Desain kemasan yang menarik dapat menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Penting bagi para pelaku usaha untuk memahami bahwa kemasan adalah identitas dari produk yang mereka jual,” ujarnya.
 
Selain itu, Reza juga menggarisbawahi pentingnya foto produk yang berkualitas sebagai faktor penentu dalam keputusan pembelian. “Visual yang menarik dan jelas akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan,” tambahnya.
 
Gili Aprial Braja, Senior Manager CSR Semen Baturaja, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan harapannya agar pelatihan ini memberikan manfaat yang nyata bagi para peserta. “Kami berharap, melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM di Baturaja dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka di pasar yang semakin kompetitif,” kata Gili dalam sambutannya.
 
Ia juga menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen Semen Baturaja untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui Rumah BUMN Baturaja.
 
SMBR saat ini membina sedikitnya 261 pelaku UMKM yang bernaung di bawah Rumah BUMN Baturaja. Ratusan pelaku usaha ini terbagi dalam beberapa kategori, yaitu Go Digital, Go Online, dan UMKM Naik Kelas, dengan 19 di antaranya sudah berhasil masuk ke kategori UMKM Naik Kelas.(*)

BATURAJA – Dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, jajaran manajemen dan karyawan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar laga “Fun Match” yang berlangsung di lapangan mini soccer milik SMBR pada Selasa (20/8). Acara ini berlangsung di lapangan mini soccer baru milik SMBR dan menjadi momen untuk mempererat hubungan antara manajemen dan karyawan serta menguji coba fasilitas olahraga terbaru perusahaan.

Pertandingan yang dimulai dari pukul 07.30 WIB ini berlangsung sengit namun tetap diwarnai canda tawa, menunjukan sportivitas tinggi dari kedua tim. Tim manajemen yang dipimpin Komisaris Utama SMBR Alex Iskandar Munaf dengan anggota tim diantaranya Komisaris Inosentius Samsul, Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Muhammad Syafitri, dan Direktur (Fungsi Keuangan & SDM) Rahmat Hidayat berhadapan dengan Tim Karyawan. Kedua tim bermain dengan penuh semangat, memperlihatkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

Komisaris Utama Alex Iskandar Munaf menyatakan fasilitas mini soccer yang baru ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong gaya hidup sehat di kalangan karyawan. “Fasilitas mini soccer ini adalah langkah strategis perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat karyawan. Kami berharap, dengan adanya fasilitas olahraga yang baru ini, seluruh karyawan dapat lebih aktif dan sehat, serta meningkatkan semangat tim di dalam maupun diluar lingkungan kerja.”

Komisaris Inosentius Samsul menambahkan, “Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa hubungan yang baik antara manajemen dan karyawan adalah kunci keberhasilan perusahaan. Partisipasi aktif dalam kegiatan seperti ini akan memperkuat kekompakan tim dan meningkatkan produktivitas kerja,” tambahnya.

Senada dengan itu, Rahmat Hidayat sekaligus Pembina Badan Pembina Olah Raga dan Kesenian (Baporkes) SMBR mengungkapkan fasilitas mini soccer yang baru ini bukan hanya tempat untuk berolahraga, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antar karyawan dan manajemen.  “Kami berkomitmen untuk terus menyediakan fasilitas yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan semua pihak di perusahaan,” ungkapnya. 

Semangat kebersamaan yang terbentuk dalam acara ini diharapkan dapat terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi kinerja serta hubungan antar karyawan. (*)

BATURAJA – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi meresmikan Jembatan Sako yang dimiliki oleh PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Acara peresmian ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara dilaksanakan pada Selasa (20/8) di Aula Wisma Ganesha, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Dewan Komisaris SMBR di antaranya Komisaris Utama Alex Iskandar Munaf dan Komisaris Inosentius Samsul dan seluruh Jajaran Direksi SMBR yaitu Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Muhammad Syafitri, Direktur (Fungsi Keuangan & SDM) Rahmat Hidayat.

Peresmian Jembatan Sako ini ditandai dengan penandatangan prasasti secara langsung oleh  ditandatangi oleh PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi didampingi oleh PJ Bupati OKU M. Iqbal Alisyahbana dan Dewan Komisaris serta Direksi SMBR. 

Dalam sambutannya, PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengucapkan terima kasih dan selamat atas telah dibangunnya Jembatan Sako. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat atas telah dibangunnya Jembatan Sako Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Elen.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter ini akan menjadi akses menuju Tambang – 3 (T-3) milik Semen Baturaja, tambang ini memiliki cadangan bahan baku semen yang diperkirakan dapat memasok kebutuhan hingga 60 tahun ke depan. Peresmian ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku untuk produksi semen di masa mendatang.

“Kedepannya kami harapkan agar Semen Baturaja dapat memberikan bantuan-bantuan infrastruktur lainnya untuk Kabupaten OKU, sehingga dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat dapat merasakan langsung efek positif dari Semen Baturaja untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan semoga dengan diresmikannya Pembangunan Jembatan ini dapat memperluas aksesibilitas di Kabupaten OKU, sehingga aktivitas sosial dapat berjalan lancar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah sekitar. Besar harapan kita bersama dengan adanya pembangunan jembatan ini dapat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama SMBR Suherman Yahya menjelaskan bahwa T-3 merupakan aset strategis bagi Semen Baturaja. “Progres administrasi penetapan areal kerja di KLHK telah mencapai 85%, dan telah terbitnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi pada Agustus 2023 yang lalu dengan luas area IUP sebesar 1.552,54 hektar, kami optimis tambang ini akan menjadi sumber daya penting untuk mendukung keberlanjutan produksi,” tuturnya. (*)

PJ Gubernur Sumsel juga melakukan penanaman bibit pohon Kaliandra Merah (Caliandra Calothyrsus) sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan di Semen Baturaja. Penanaman ini merupakan bagian dari upaya Semen Baturaja dalam mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan biomassa dari tanaman kaliandra merah sebagai bahan bakar alternatif.

Direktur Utama SMBR Suherman Yahya menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mencari solusi inovatif yang ramah lingkungan salah satunya lewat penggunaan Energi Terbarukan (EBT). 

“Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar adalah salah satu upaya kami dalam mengurangi emisi karbon, dan kami optimis langkah ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060,” jelasnya.

Suherman mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengidentifikasi potensi biomassa sebesar 46.844,56 ton yang dihasilkan dari total 54,429 vegetasi, termasuk tumbuhan kaliandra merah yang memiliki kalori berkisar 4.100 – 4.200 kilokalori (kkal) yang direncanakan akan dikelola menjadi bahan bakar alternatif subsitusi batubara atau EBT.

“Hingga saat ini, Semen Baturaja telah memiliki 972 tanaman kaliandra merah, dengan target hingga akhir tahun 1.500 kaliandra merah tertanam, dengan potensi perhitungan dapat menyerap hingga 75,93 ton CO₂  Ini menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan emisi karbon,” ungkap Suherman. (*)

BATURAJA – Dalam upaya memastikan kesiapan operasional dan meningkatkan kinerja perusahaan di Semester II/2024, Komisaris PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), Inosentius Samsul, melakukan kunjungan kerja ke Kantor SMBR di Palembang pada Selasa (13/8). Dalam kunjungannya, beliau didampingi oleh Direktur Utama SMBR Suherman Yahya beserta staff.

Kunjungan ini memiliki fokus utama pada pengecekan Distribution Center (DC) di Palembang, yang merupakan pusat distribusi penting bagi perusahaan dalam memastikan produk Semen Baturaja dapat tersebar secara optimal ke berbagai wilayah pemasaran. DC Palembang diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperbaiki distribusi produk yang lebih efisien dan efektif padai Semester II/2024.

Dalam kesempatan tersebut, Inosentius Samsul menyampaikan pentingnya persiapan matang dan perbaikan dalam setiap aspek operasional perusahaan. “Kami harus memastikan bahwa semua elemen perusahaan bekerja dengan optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan di Semester II/2024. Kunjungan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kinerja dan memastikan kesiapan distribusi yang lebih baik,” ujar Inosentius.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momen untuk meninjau kembali strategi-strategi yang akan diterapkan oleh perusahaan dalam menghadapi tantangan di paruh kedua tahun ini.

Direktur Utama SMBR Suherman Yahya menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan berbagai penyesuaian dan inovasi untuk memperbaiki kinerja di Semester II/2024 dan berkonsolidasi dengan induk usaha SIG. “Kami menyadari bahwa hasil kinerja di Semester I/2024 masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kami fokus pada penguatan distribusi dan optimalisasi produksi untuk mencapai target yang lebih baik di Semester II/2024,” jelas Suherman.

Kunjungan ini menandai komitmen Semen Baturaja untuk terus memperbaiki kinerja dan memastikan bahwa semua aset dan sumber daya yang dimiliki perusahaan digunakan secara maksimal. Dengan langkah-langkah yang diambil, Semen Baturaja optimis dapat mencapai hasil yang lebih baik di sisa tahun 2024. (*)